Sabtu, 10 Oktober 2015

laporan praktikum kimia "kromatografi"


LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
PEMISAHAN DAN IDENTIFIKASI CAMPURAN ZAT YANG TIDAK DIKETAHUI MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI KERTAS









Guru Pembimbing :
Khoiro Mahbubah, S.pd

Disusun oleh :
1.   Erlita Ahba (11)
2.   Jauharatul Wardah (15)
3.   Mega Islamiyah (18)
4.   Siti Maisyaroh (27)
X-MIA2


SMA ASSA’ADAH SAMPURNAN BUNGAH TAHUN AJARAN 2014-2015

KATA PENGANTAR
    
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya, khususnya bagi penulis yang telah menyelesaikan makalah laporan praktikum yang berjudul “Kromatografi Kertas
Dalam menulis karya laporan ini, alhamdulillah penulis tidak mendapatkan kendala–kendala, sehingga penyelesaiannya dapat dikerjakan dengan baik. Selain itu penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Guru Pembimbing dan semua orang yang terlibat yang telah memberikan dorongan dan motivasi sehingga laporan ini dapat terselesaikan tepat waktu.
Disini penulis juga sampaikan, jika seandainya dalam laporan ini terdapat hal – hal yang tidak sesuai dengan harapan, untuk itu penulis dengan senang hati menerima masukan, kritikan, dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun demi kesempurnaan karya ilmiah ini. Semoga apa yang di harapkan penulis dapat dicapai dengan sempurna.





Bungah, 18 November 2014


            Penulis      






DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1           Latar Belakang
1.2           Rumusan Masalah
1.3           Tujuan Penulisan
1.4           Manfaat Penulisan
1.5           Hipotesis
         BAB 11. TINJAUAN PUSTAKA
2.1           Landasan Teori
2.1.1    Pengertian kromatografi
2.1.2    Kromatografi Kertas

BAB 111. METODOLOGI PENELITIAN
3.1           Waktu dan tempat
3.2           Alat dan bahan
3.3           Prosedur kerja

BAB 1V. HASIL PENGAMATAN
4.1                                                     Hasil pengamatan
4.2                                                     Pembahasan
4.3                                                     Analisa data

BAB V. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN




BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
            Kromatografi merupakan metode analisis campuran atau larutan senyawa kimia dengan absorpsi memilih pada zat penyerap, zat cair dibiarkan mengalir melalui kolom zat penyerap, misalnya kapur, alumina dan semacamnya sehingga penyusunnya terpisah menurut bobot molekulnya, mula-mula memang fraksi-fraksi dicirikan oleh warna-warnanya.
Kromatografi kertas termasuk dalam kelompok kromatografi planar, dimana pemisahannya menggunakan medium pemisah dalam bentuk bidang (umumnya bidang datar) yaitu benuk kertas.   Seluruh bentuk kromatografi memiliki fase diam (berupa padatan atau cairan yang didukung pada padatan) dan fase gerak (cairan atau gas). Fase gerak mengalir melalui fase diam dan membawa komponen-komponen dari campuran bersama-sama. Komponen-komponen yang berbeda akan bergerak pada laju yang berbeda pula.
Kromatografi kertas merupakan analisis kromatografi dengan kertas sebagai penyerap selektif dapat sebagai sobekan kertas yang bergantung dalam larutan contoh atau sebagai lingkaran yang pada pusatnya ditempatkan larutan yang akan dianalisis. Berdasarkan uraian di atas, maka pembahasan berikut akan membahas tentang cara pemisahan dan menentukan pigmen warna dengan metode kromatografi kertas.
                                    
1.2  Rumusan Masalah
  1. Bagaimana cara pemisahan dengan menggunakan metode kromatografi kertas?
  2. Bagaimana mengetahui pigmen warna dalam tinta dengan menggunakan metode kromatografi kertas?

1.3 Tujuan penelitian
Praktikum ini bertujuan untuk kromatografi bertujuan untuk mengetahui cara memisahkan dan mengidentifikasi campuran berbagai jenis tinta pada kertas kromatografi.

      1.4 Manfaat penelitian
Dengan adanya praktikum kromatografi kita bisa menambah wawasan. Serta manfaat yang akan kita peroleh dalam praktikum ini adalah mengetahui lebih rinci bagaimana hal tersebut bisa tejadi dan dapat digunakan pada kehidupan sehari-hari.

1.5 Hipotesis
Adapun hipotesis pada praktikum ini adalah terjadi kemungkinan warna yang akan nampak bermacam-macam warna.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Kromatografi pertama kali diberikan oleh Michel Tswett, seorang ahli dari Botani Rusia, yang menggunakan kromatografi untuk memisahkan klorofil dari pigmen-pigmen lain pada ekstrak tanaman. Tswett sendiri mengantisipasi penerapan pada beraneka ragam sistem kimia. Seandainya karyanya segera ditanggapi dan diperluas, beberap bidang sains mungkin akan lebih cepat maju. Demikianlah kromatografi tetap tersembunyi sampai sekitar tahun 1931, ketika pemisahan karotenatumbuhan dilaporkan oleh ahli sains organik terkemuka yaitu Kuhn. Penelitian ini menarik lebih banyak perhatian dan kromatografi adsorsi menjadi meluas pemakaiannya dalam bidang kimia hasil alam.
Day dan Underwood, Menyatakan dalam kromatografi, komponen-komponen terdistribusi dalam dua fase yaitu fase gerak dan fase diam. Transfer massa antara fase bergerak dan fase diam terjadi bila molekul-molekul campuran serap pada permukaan partikel-partikel atau terserap. Pada kromatografi kertas naik, kertasnya digantungkan dari ujung atas lemari sehingga tercelup di dalam solven di dasar dan solven merangkak ke atas kertas oleh daya kapilaritas. Pada bentuk turun, kertas dipasang dengan erat dalam sebuah baki solven di bagian atas lemari dan solven bergerak ke bawah oleh daya kapiler dibantu dengan gaya gravitasi. Setelah bagian muka solven selesai bergerak hampir sepanjang kertas, maka pita diambil, dikeringkan dan diteliti. Dalam suatu hal yang berhasil, solut-solut dari campuran semula akan berpindah tempat sepanjang kertas dengan kecepatan yang berbeda, untuk membentuk sederet noda-noda yang terpisah. Apabila senyawa berwarna, tentu saja noda-nodanya dapat terlihat (Day dan Underwood, 2001).
Consden, Gordon dan Martin, memperkenalkan teknik kromatografi kertas yang menggunakan kertas saring sebagai penunjang fase diam. Kertas merupakan selulosa murni yang memiliki afinitas terhadap air atau pelarut polar lainnya. Bla air diadsorbsikan pada kertas, maka akan membentuk lapisan tipis yang dapat dianggap analog dengan kolom. Lembaran kertas berpran sebgai penyngga dan air bertindak sebagai fase diam yang terserap diantara struktur pori kertas (Consden, Gordon dan Martin 1994).



2.1 LANDASAN TEORI
2.1.1 Pengertian Kromatografi
Kromatografi adalah suatu teknik pemisahan molekul berdasarkan perbedaan pola pergerakan antara fase gerak dan fase diam untuk memisahkan komponen (berupa molekul) yang berada pada larutan atau prosedur pemisahan zat terlarut oleh suatu proses migrasi diferensial dinamis dalam system yang terdiri dari dua fase atau lebih, salah satunya bergerak sacara berkesinambungan dalam arah tertentu dan dan di dalamnya zat-zat itu menunjukan perbedaan mobilitas disebabkan adanya perbedaan adsorbs, partisi, kelarutan, tekanan uap, ukuran molekul, atau kerapatan muatan ion, dinamakan kromatografi sehingga masing-masing zat dapat di identifikasi atau ditetapkan dengan metode analitik.
Dalam teknik kromatografi, sampel yang merupakan campuran dari berbagai macam komponen ditempatkan dalam situasi dinamis, dalam system yang terdiri dari fase dian dan fase bergerak. Semua pemisahan pada kromatografi tergantung pada gerkan relative dari masing-masing komponen di antara dua fase tersebut. Senyawa atau komponen yang tertahan (terhambat) lebih lemah oleh fase diam akan bergerak lebih cepat daripada komponen yang tertahan lebih kuat. Perbedaan gerakan (mobilitas) antara komponen yang satu dengan yang lainnya disebabkan oleh perbedaan dalam adsorbsi, partisi, kelarutan atau penguapan dia antara kedua fase. Jika perbedaan-perbadaan ini cukup besar, maka akan terjadi pemisahn secara sempurna. Oleh karena itu dalam kromatografi, pemilihan terhadap fase bergerak maupun fase diam perlu dilakukan sedemikian rupa sehingga semua komponen bisa bergerak dengan kecepatan yang berbeda-beda agar dapat terjadi pemisahan.  
Secara umum dapat dikatakan bahwa kromatografi adalah suatu proses migrasi diferensial dinamis dalam system dimana komponen-komponen dalam cuplikan ditahan secara selektif oleh fase diam.
              Kromtografi dapat di golongkan dapat digolongkan berdasrkan fase yang terlibat antar lain;
  1. Kromatografi gas-cair, bila fase geraknya berupa gas dan fase diamnya  berupa cairan yang dilapiskan pada padatan pendukung yang inert
  2. Kromatografi gas-padat, bila fase geraknya berupa gas dan fase diamnya berupa padatan yang dapat menyerap/mengadsorpsi.
  3. Kromatografi cai-cair, bila fase gerak dan diamnya berupa cairan, dimana fase diamnya dilapiskan pada permukaan padatan pendukung yang inert.
  4. Kromatografi cair-padat, bila fase geraknya berupa gas sedangkan fase diamnya berupa padat an yang amorf yang dapat menyerap.
Kromatografi juga dapat didasarkan atas prinsipnya, misalnya kromatografi partisi (partition chromatography) dan kromatografi serapan (adsorption chromatography).
Fase Bergerak
Fase Diam
Prinsip
Teknik Kerja
Gas
Padat
Adsorpsi
Kromotografi gas-padat
Cair
Padat
Adsorpsi, Partisi
Kromatografi kolom, KLT, kromatografi kertas
Cair
Cair
Partisi
Kromatografi kolom, KLT, kromatografi kertas
Gas
Cair
Partisi
Kromatografi gas-cair
Sumber: www.laporan kromatografi kertas


2.1.2 Kromatografi Kertas
            Teknik kromatografi kertas diperkenalkan oleh Consden, Gordon dan Martin (1994), yang menggunakan kertas saring sebagai penunjang fase diam. Kertas merupakan selulosa murni yang memiliki afinitas terhadap air atau pelarut polar lainnya. Bla air di adsorbsikan pada kertas, maka akan membentuk lapisan tipis yang dapat dianggap analog dengan kolom. Lembaran kertas berpran sebgai penyngga dan air bertindak sebagai fase diam yang terserap diantara struktur pori kertas.
Cairan fase bergerak yang biasanya berupa campuran dari pelarut organic dan air, akan mengalir menbawa noda cuplikan yang di depositkan pada kertas dengan kecepatan yang berbeda. Pemisahan terjadi berdasarkan partisi masing-masing komponen diantara fase diam dan fase bergeraknya.
             Kromatografi kertas digunakan baik untuk analisi kulitatif maupuk kuntitatuf. Senyawa-senyawa yang dipisahkan kebnyakan bersifat sangat polar, misalnya asam-amino, gula-gula, dan pigmen-pigmen alam. Terdapat tiga metode pengembangan pada kromatografi kertas, yaitu:

  1. Metode Penaikan (Ascending)
Kertas digantung sedemikian rupa sehingga bagian bawah kerta tercelup pada pelarut yang terletak didasar bejana. Noda harus diusahakan tidak sampai tercelup karena dapat larut dalam pelarut. Pelarut akan naik melalui serat-serat kertas oleh gaya kapiler menggerakkan komponen dengan jarak yang berbeda-beda.
  1. Metode Penurunan (Descending)
            Kertas digantung dalam bejana dengan ujung dimana aliran mulai bergerak dicelupkan dalam palung kaca yang berisi pelarut. Pelarut bergerak turun membawa komponen melalui gaya kapiler dan gaya gravitasi. 
  1.  Metode mendatar (Radial)
Matode ini sangat berbada dari sebelumnya. Biasanya kertas dibentuk bulat yang tengahnya diberi sumbu dari benang atau gulungan kertas. Noda ditempatkan pada pusat kertas kemudian pelarut akan naik melalui sumbu sehingga membasahi kertas untuk kemudian mengembang melingkar membawa komponen yang dipisahkan.
Bila permukaan pelarut telah mengembang atau bergerak pada batas tertentu, maka kertas dikelurkan dari bajana dan batas kertas pelarut diberi tanda lalu dikeringkan. Jika senyawa yang akan dipisahkan berwarna akan Nampak seperti noda-noda yang terpisah. Tetapi jika komponen zat tidak berwarna (umumya senyawa organic) maka dapat dideteksi dengan cara fisika atau kimia .

























BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat

3.1.1 Pada tanggal 14 September 2014.
3.1.2 Di laboratorium SMA Assa’adah Sampunan Bungah Gresik.

3.2 Alat dan Bahan
3.2.1.     Alat - Alat
  1. Gelas Kimia 100 ml                                                    1 buah
  2. Kertas Saring                                                              5 buah            
  3. Penggaris                                                                     1 buah
  4. Pensil                                                                           1 buah
  5. Gunting                                                                       1 buah

3.1.2.     Bahan - Bahan
  1. Tinta Hitam                                                                 secukupnya
  2. Tinta Biru                                                                    secukupnya
  3. Tinta Merah                                                                 secukupnya
  4. Tinta hijau                                                                   secukupnya
  5. Tinta coklat                                                                 secukupnya
  6. Air Suling                                                                    secukupnya

3.3 Prosedur Kerja

3.3.1.     Dalam pelarut air suling
  1. Dipotong kertas saring dengan ukuran panjang 10 cm dan lebar 6 cm
  2.  Diberi tanda batas pada bagian atas dan bawah 1 cm
  3. Diberi noda atau tinta
  4. Dimasukkan dan digantung dalam gelas kimia yang berisi 10ml air suling
  5. Ditunggu hingga pelarutnya tidak dapat naik 
  6. Dikeringkan kertas saringnya
  7. Dan diamati warna apa saja yang nampak setelah percobaan.
  8. Hasil


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan





(a)                                                                                                           (b)
(Gambar a dan b: Kromatografi Kertas)

No.
Hasil Pengamatan
1.
Spidol warna merah setelah dicelupkan menghasilkan warna merah muda, jingga, oranye, dan kuning.
2.
Spidol warna hitam setelah dicelupkan menghasilkan warna ungu, coklat, biru muda, dan hijau tosca.
3.
Spidol warna hijau setelah dicelupkan menghasilkan warna hijau tosca, hijau muda, dan biru muda.
4.
Spidol warna coklat setelah dicelupkan menghasilkan warna coklat muda, ungu, dan kuning.
5.
Spidol warna Biru setelah dicelupkan menghasilkan warna biru muda, ungu, dan hijau tosca.


4.3 Pembahasan
Kromatografi kertas merupakan analisis kromatografi dengan kertas sebagai penyerap selektif dapat sebagai sobekan kertas yang bergantung dalam larutan contoh atau sebagai lingkaran yang pada pusatnya ditempatkan larutan yang akan dianalisis.
  Pada percobaan ini, Kromatografi kertas terbagi dalam 3 tahap yaitu tahap penotolan, pengembangan dan identifikasi. Di mana fase diamnya adalah air yang terikat pada kertas (selulosa) dan fase geraknya adalah larutan pengembang dari campuran air.
Pada tahap penotolan, kertas saring yang digunakan adalah kertas saring whatman karena mempunyai pori - pori yang besar sehingga noda dapat merembes dengan cepat dan teratur. Garis awal pada kertas dengan menggunakan pensil karena pensil terbuat dari grafit yang tidak larut dalam eluen sedangkan jika tinta pulpen maka tinta pulpen akan larut yang dapat mengganggu penampakan noda. Penotolan sampel larutan standar logam nitrat (AgNO3, Pb(NO3)2 dan Hg(NO3)2) diusahakan tidak terlalu banyak karena akan mempengaruhi besar spot. Spot yang terlalu besar tidak baik untuk penampakan noda karena nodanya dapat melebar kesamping atau ke bawah.
Pada tahap pengembangan, kertas yang berisi totolan dimasukkan ke dalam larutan pengembang. Totolan cuplikan diusahakan tidak terendam dalam eluen karena akan melarut dalam pelarut dan menjadi rusak sehingga tidak dapat diidentifikasi lagi. Kertas tidak boleh menyentuh dinding wadah karena dapat mempengaruhi perambatan noda.

4.3 Analisa Data
 Kromatografi kertas ini digunakan untuk menegtahui komponen-komponen penyusun warna dari spidol tersebut
1)      Warna merah tersusun dari warna merah muda dan kuning
2)      Warna hitam tersusun dari warna ungu, cokelat, dan biru
3)      Warna biru tersusun dari warna biru mudah dan ungu
4)      Warna hijau tersusun dari warna biru dan kuning
5)      Warna cokelat tersusun dari warna biru, hitam
Warna-warna yang terurai ini akibat dari proses pemurnian yang merupakan komponen satu warna dan naiknya air menyebabkan komponen penyusunan warna terurai. Komponen-komponen warna akan terpisah satu sama lain berdasarkan perbedaan daya serapnya pada kertas.
















BAB V
PENUTUP

5.1  Kesimpulan
Dari hasil pengamatan dapat di simpulkan bahwa:
1)      Kromatografi kertas merupakan jenis kromatografi cair-cair, di mana fase diamnya adalah lapisan tipis air yang terserap oleh kertas.
2)      Kromatografi kertas terbagi dalam 3 tahap yaitu tahap penotolan, pengembangan dan identifikasi.
3)      Pada percobaan ini, fase diamnya adalah air yang terikat pada kertas (selulosa) dan fase geraknya adalah larutan pengembang dari campuran air, n-butanol dan etil asetoasetat serta asam asetat glasial.
4)      Kromatografi kertas ini digunakan untuk mengetahui komponen-komponen penyusun warna dari spidol.
5)      Warna-warna yang terurai ini akibat dari proses pemurnian yang merupakan komponen satu warna dan naiknya air menyebabkan komponen penyusunan warna terurai.
6)      Komponen-komponen warna akan terpisah satu sama lain berdasarkan perbedaan daya serapnya pada kertas

5.2  Saran
Adapun saran yang dari penulis adalah dalam pelaksaan praktikum, hendaknya siswa dapat belajar dan bekerja dengan baik dan mengikuti praktikum dengan baik. Agar mahasiswa lebih memahami apa yang di praktikumkan dan mengerti tujuan dari praktikum. Perlunya bimbingan materi yang baik, sehingga permasalahan dan tujuan dapat terselesaikan dengan baik.














DAFTAR PUSTAKA

Dede. 2008. Modul Analisis Pemisahak (Kromatografi). Bandung: Sekolah Menengah  Kejuruan Negeri 7 Bandung (diakses pada tanggal 17 November 2014).
Rusmana. 2009. Jurnal Analisa Pemisahan (Kromatografi Kertas dan Thin Layer Chromatography). Bandung: Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 7 Bandung (diakses pada tanggal 18 November 2014)
Clark, Jim. 2007. Kromatografi Kertas. (online): http://www.chem-istry.org/ materi_kimia/instrumen_analisis/kromatografi1/kromatografi_kertas (diakses pada tanggal 18 November 2014)

1 komentar:

  1. Mengapa warna hitam cenderung menghasilkan banyak warna lainnya?

    BalasHapus